| Red-Joss.com | Saya sungguh tersentuh dan ingin membacanya sekali lagi Injil Yohanes 15: 3-5
Ayat 3: Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Ayat 4: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Ayat 5: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Apa arti dari kata ‘tinggal’ dalam Injil hari ini?
Kata ini berarti kita sudah ada di sana. Tidak perlu pergi ke tempat lain. Tugas kita adalah tetap berada di sana, yaitu tinggal dalam pokok anggur yang benar.
Jika kita menyatu pada yang pokok, amanlah hidup kita.
Kita tidak hanya aman, tapi kita mendapatkan makanan dan minuman yang cukup.
Kita tidak hanya mendapatkan makanan dan minuman yang cukup, tapi kita bisa menghasilkan buah yang sangat berlimpah.
Kita tidak hanya menghasilkan buah yang berlimpah, tapi kita bisa tinggal di dalam Dia selamanya. Kita ikut bersama memuliakan Tuhan.
Begitulah hal inti yang kudapatkan saat merenungkan tentang Pokok Anggur yang benar (Yohanes 15: 1-8).
Biarkan hidup-Nya mengalir dalam hidup kita tiada henti, sehingga hidup kita tumbuh dengan segar, dan terpelihara relasi kita dengan-Nya.
Di luar Dia, kita ini tidak bisa berbuat apa-apa. Akibatnya: kita tidak bisa berbuah, bahkan kita akan mengering dan dipotong. Lalu ranting kita akan dibakar. Karena kita tidak menghasilkan apa-apa.
Kita sungguh menyadari, bahwa sejak semula Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu hidup kita harus berbuah yang banyak.
Sebagai murid Yesus, kita tidak boleh hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran, tapi kita harus hidup dalam kepenuhan kasih dan damai sejahtera.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

