Perumpamaan dalam Injil hari ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya suatu tindakan yang pasti, tidak sekadar berkata-kata. Para pemimpin agama yang mendengar perumpamaan ini merasa tersudut, karena Yesus menunjukkan betapa mereka sering kali berbicara tentang kebajikan, tapi tidak melakukannya. Sementara itu, kaum yang dianggap berdosa dan jauh dari keselamatan, seperti para pemungut cukai dan pelacur, justru mendahului mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena mau bertobat dan mengubah perilaku hidup mereka sesuai dengan kehendak Allah.
Hidup ini memang penuh dengan godaan untuk menjawab panggilan Allah dengan kata-kata dan janji tanpa tindakan nyata. Perumpamaan ini mengingatkan, bahwa yang sungguh berharga di mata Allah adalah, meskipun kita mungkin sempat tersesat atau ragu-ragu, akhirnya berbalik dan dengan setia menjalankan kehendak-Nya.
Pesan Injil menantang kita untuk memiliki keberanian mengatakan ‘ya’ kepada-Nya, tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan seluruh hidup kita.
Semoga kita terus berusaha untuk selalu jadi pendengar dan sekaligus pelaku firman-Nya dalam hidup keseharian kita.
“Tuhan, semoga kami setia jadi pendengar Firman-Mu. Berilah kami juga kekuatan untuk mengamalkannya dalam setiap langkah hidup kami. Amin.”
Ziarah Batin

