“Hidup ini Tuhan yang menentukan, kita yang menjalani, dan orang lain yang mengkomentari.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Apa pun yang terjadi, jangan biarkan orang lain menjatuhkan diri kita. Jangan biarkan cercaan dan hinaan sesama itu menghancurkan mimpi dan masa depan. Kita juga jangan jadi baperan saat orang lain berkomentar dan menyampaikan penilaian. Meski komentar itu tidak sesuai realita dan kenyataan.
Seribu orang bilang, “Anda tidak bisa itu biasa.” Biarkan saja. Tapi, kalau kita sendiri yang bilang tidak bisa di situlah yang membuat kita suloyo.
Lihat saat ini, kita sudah melangkah jauh, melewati berbagai tantangan dan rintangan. Melewati kegagalan demi kegagalan. Proses berharga yang membuat kita makin dewasa.
Berhenti bersedih dan hapus air mata itu. Mungkin dari kita ada yang mempunyai masa lalu kelam. Inilah saatnya kita berbenah dan jadi lebih baik. Saatnya kita jalani hidup dengan memandang jauh ke depan. Bersabar dalam sakit yang dirasa tidak selamanya. Kesedihan ini hanya sebentar, berganti dengan sukacita.
Hati boleh sedih, terluka dan kecewa. Mata boleh meneteskan air mata. Raga boleh lelah dan pikiran boleh penat, tapi sebentar saja. Upayakan rasa percaya diri itu lebih besar dari sedih dan kecewa. Iman lebih besar dari penderitaan dan beban. Harapan itu lebih besar dari yang kita takutkan dan khawatirkan. Semua akan indah pada waktunya. Kalau saat ini belum indah, waktunya saja yang belum tepat. Karena rancangan Tuhan selalu yang terbaik untuk kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

