“Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Mat 10: 28b).
Banyak orang yang selalu takut dan khawatir akan hidupnya. Takut, jika anak-anak tidak bertumbuh sebagaimana yang diharapkan, khawatir dengan usaha yang berada di ujung tanduk, saat perekonomian sedang tidak baik-baik saja, dan banyak kekhawatiran duniawi lainnya. Hal ini dapat jadi penghambat dalam melihat kebaikan Allah maupun merasakan kasih dan penyertaan Allah.
Mari kita belajar dari kehidupan Yusuf! Sekalipun ia pernah dijual dan dibuang oleh saudara-saudaranya, ia tetap mau mengampuni mereka serta menjamin kehidupan mereka di masa-masa sulit. Bahkan di balik penderitaan dan tantangan yang harus dilaluinya, Yusuf tetap dapat melihat kebaikan Allah yang luar biasa. Yusuf senantiasa percaya pada penyelenggaraan Allah, penderitaan itu tidak pernah menyurutkan imannya akan Allah yang senantiasa melindungi dirinya dan seluruh keluarganya.
Patutkah kita masih khawatir akan anak-anak, keluarga, pekerjaan, studi, pasangan hidup, atau hal duniawi lainnya? Jika ketakutan dan kekhawatiran itu mulai melanda hati kita, maka inilah saatnya kita berpaling kepada Allah dan memohon rahmat yang kita perlukan.
Veronika
Sabtu, 12 Juli 2025
Kej 49: 29-32;50:15-26a Mzm 105: 1-4.6-7; Mat 10: 24-33
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

