“Change is never easy, but always possible.”
Barack Obama
…
| Red-Joss.com | Apa yang akan kita lakukan, jika barang yang kita punyai itu rusak. Kita mau memperbaiki atau menggantinya. Berusaha dan berjuang untuk reparasi atau membuang. Kadang yang rusak lebih praktis dibuang dan diganti. Ngapain repot-repot. Ngapain susah…!
Membuang yang lama dan menggantikan dengan yang baru itu terdengar lebih mudah dan praktis. Tapi pemikiran seperti itu membuat kita cenderung tidak mau susah. Kita tidak tertantang untuk memahami masalah, apalagi untuk menyelesaikannya.
Yang menyedihkan itu mentalitas mengganti, yang belakangan ini tidak hanya soal barang, tapi, juga terbawa dalam sebuah hubungan. Sungguh teramat mudahnya seseorang bilang pisah. Bahkan, ironisnya untuk menyudahi perkawinan. Teramat mudah dan cepat untuk diganti…
Faktanya, tidak semua hal atau barang yang rusak itu harus diganti. Ada saatnya kita belajar dan berusaha untuk memperbaikinya.
Sesungguhnya, dalam hidup ini ada hal-hal yang serusak apa pun itu, kita tidak bisa langsung membuang atau menggantinya dengan yang baru. Keluarga adalah salah satunya. Meski ada mantan istri atau suami, tapi tidak ada cerita bekas anak.
Apa pun tantangan yang harus dihadapi, manfaatkan hal itu sebagai kesempatan untuk berbenah, perbaiki diri, dan hidup makin lebih baik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, SCJ.

