Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Apabila seseorang tidak dapat melihat kesalahan yang ada
dalam dirinya, maka ia akan terus melihat kesalahan dalam diri orang lain.”
(Kathleen Norris)
…
Virus Ganas yang kian Menggerogoti Hidup Bermasyarakat
Kali ini kita akan menyoroti tentang sebuah penyakit sosial, yakni sejenis wabah, berupa ‘virus maha ganas’ yang kini kian menggurita dan menggerogoti di dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, yakni ‘menggosip’.
Apakah itu Menggosip?
Menggosip adalah ‘membicarakan hal-hal yang tidak penting atau tidak benar tentang orang lain, biasanya menyangkut hal-hal yang negatif.
Tingkat dan Kualitas Manusia
“Orang-orang yang beradab, biasanya sangat suka berbicara tentang kualitas diri mereka, sedangkan orang-orang tercela, biasanya sangat suka membicarakan tentang keburukan orang-orang lain.”
Nah, itulah tindakan yang tidak etis, yang biasanya dipertontonkan oleh para penggosip kelas kakap.
Padahal di balik sikap menggosip, seseorang telah menurunkan derajat kemanusiaan, meruntuhkan martabat sesamanya, dan bahkan dapat menghancurkan kedua-duanya. Maka, perbuatan menggosip itu ibarat virus maha ganas yang sangat mematikan kualitas dan martabat luhur kemanusiaan.
Perdana Menteri Inggris, Winston Chruchill pernah berujar, “Tatkala burung-burung rajawali sedang diam, tapi burung-burung kakatua pun akan segera mengoceh.”
Jika Anda adalah sosok pribadi yang beradab dan terhormat, maka jadilah ibarat burung rajawali yang akan terbang kian meninggi, mampu menginspirasi serta memotivasi masyarakat lewat kata-kata serta tindakan yang memberdayakan kemanusiaan. Maka, antara turutan dan tindakan mereka akan nampak sejalan serta seirama. Karena merekalah sosok pribadi yang berintegritas itu.
Di sisi yang lain, ada pribadi-pribadi yang disimbolkan sebagai burung kakatua, yang gemar menyebarkan virus maha ganas yang mampu mematikan spirit kemanusiaan. Mulut laknat mereka ibarat runcing mata gergaji yang melahap habis dengan cara memutuskan keutuhan martabat manusia.
Refleksi
- Tentang jahatnya aktivitas menggosip, “merusak reputasi orang lain dan dapat menciptakan ketidakpercayaan, serta mengganggu relasi sosial antar individu dalam masyarakat.”
- Jika memang demikian, maka “menggosip itu adalah perilaku yang tidak etis dan bahkan dapat merusakan diri sendiri serta orang lain.”
Maka, jauhilah tindakan gosip-menggosip di dalam meja perjamuan kemanusiaan semesta!
…
Kediri, 2 April 2026

