| Red-Joss.com | Vinsenso, pemeran utama drakor, seorang tokoh mafia muda, ganteng, yang mudik ke korea, menyebut bahwa dalam tradisi pergantian bos mafia, ada ritual ‘disiram darah babi’ (ditayangkan pada episode ke 14). Tujuan utama bos tidak berlagak dengan posisinya. Menjadi bos itu tidak untuk berlagak, tetapi membuat organisasi makin produktif.
Berlagak atau belagu berarti bergaya berlebih-lebihan, seperti berlagak hebat, kaya, pintar, jagoan, berlagak miskin, dan sebagainya (Jawa: kementhus).
Sabtu , 26 Agustus 2023, di tengah-tengah perayaan Ekaristi ada pelantikan pengurus putra/i altar. Mereka tidak disiram darah babi, tapi diperciki minyak suci. Tujuannya agar mereka tidak berlagak tetapi produktif melayani komunitas. Memiliki nilai diri seperti Yohanes Pembaptis atau Petrus. Kaderisasi yang elok.
Jadi, terang sekali ya, apa pun jabatannya, produktivitas targetnya, bukan kementhus.
Teladan kita adalah Petrus. Sebelum diserahi tugas, ia ‘ditanting’, ditantang oleh Gurunya.
“Apa engkau mencintai Aku?”
“Pasti,” jawab Petrus mantap.
“Kalau demikian … di pundakmu kutitipkan hari depan umat-Ku.”
“Siap!” sahut Petrus takzim.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

