“Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”(Mat 4: 19).
…
| Red-Joss.com | Tidak ada paksaan, provokasi, dan tidak dirayu-rayu. Mereka tidak dipanggil sampai dua kali. Mereka mendengarkan, datang, dan mengikuti Yesus. Mereka adalah murid-murid pertama yang dipanggil Yesus, yang kemudian disebut dengan “The Twelve.”
Cara Yesus memanggil sangat spesial. Dia tahu, misi yang sedang dijalani-Nya adalah misi khusus, yakni untuk membawa setiap pribadi mempunyai pengalaman dikasih Allah.
Selama perjalanan bersama Yesus, para murid itu belajar dan memahami pengajaran khusus ini, yaitu tentang kasih Allah.
Sekarang kita meloncat dengan pengalaman pribadi yang dipanggil oleh Yesus untuk jadi murid-Nya.
Lihat di sekitar kita banyak pribadi yang belum mengalami dikasihi Allah. Itulah sebabnya, Yesus memanggil kita untuk diutus jadi jaring bagi mereka. Jaring yang bisa menangkap mereka. Jaring itu adalah tampilan dari perilaku hidup yang menarik, gembira, beriman, dan penuh kasih.
Ingat saat pertama kali kita jatuh cinta dengan Yesus yang amat menarik itu. Sosok-Nya, pengajaran dan sikap-Nya itu telah membuat kita terpesona. Di dalam hidup-Nya, pengalaman akan kasih Allah amat sempurna. Tidak perlu ditafsirkan atau dijelaskan lagi. Tidak dibutuhkan argumen untuk menjelaskannya. Tidak perlu menghabiskan waktu untuk memaksa, memprovokasi dengan berteriak atau merayu seseorang untuk mengikuti Dia.
Terbukti! Sekali kita mengikuti Dia, Sabda-Nya itu jadi terang benderang, bunyinya: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup” (Joh 14: 6). Umumnya, siapa yang sudah mengalami pengalaman kasih Allah di dalam Dia itu tidak akan meninggalkan-Nya. Apa pun tantangan yang dihadapi, kita adalah murid-murid-Nya, untuk dijalani bersama-sama dengan Dia dan Roh Kudus yang diutus-Nya.
Jangan bingung, bimbang, atau ragu. Dengarkan panggilan-Nya, “Datanglah kepada-Ku” ( Mat 4: 19).
Sesungguhnya kita diutus untuk menjadi penjala manusia!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

