Kita sering mendengar ungkapan atau kita sendiri yang mengungkapkannya, bahwa selalu ada pelangi sehabis hujan; tidak ada kemenangan tanpa perjuangan; tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung; dan lain-lain. Hari ini, kita mendengar ungkapan senada dari Yesus: Kamu akan berdukacita, tapi dukacitamu itu akan berubah jadi sukacita (Yoh. 16:20). Yesus melukiskan ungkapan itu seperti seorang wanita yang bersalin, yang bersusah payah melahirkan, tapi kemudian bergembira, karena bayinya lahir.
Lantas, apa jaminan kegembiraan kita sebagai orang Kristen? Jawabannya tidak Iain: Yesus sendiri. la telah jadi sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Bahkan, la memilih jalan paling hina, yakni rela menderita dan wafat di salib. Akan tetapi, kemudian, Dia bangkit dengan jaya. Air mata sedih Jumat Agung berubah jadi tawa bahagia pada hari Paskah. Yakni Tuhan bangkit dan kita pun dibangkitkan bersama Dia dari keterpurukan, kegundahan, kelemahan, dan kelalaian hidup kita. Kepada kita, Yesus mengatakan, “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh. 16: 24).
Sebagai orang Kristen, kita tidak perlu takut dengan salib kehidupan. Kita mesti merengkuh salib kehidupan itu, karena tidak ada kebangkitan tanpa salib.
“Tuhan Yesus, Engkaulah jaminan sukacita kami. Kami ingin selalu bersama Engkau. Karena itu, teguhkanlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

