RedJoss.com – Sibuk, menyibukkan diri dengan pekerjaan itu sering kali membuat kita lupa segalanya. Lupa untuk makan, istirahat, dan yang paling parah, jika kita lupa waktu untuk keluarga!
Lho, jangan kaget, lalu melotot seperti itu. Coba bertanya pada diri sendiri, dan telusuri kebenarannya. Lebih baik terus terang. Tidak ada gunanya kita berkilah dan ngotot membela diri.
Tidak ada orang yang meragukan, perjuangan dan kerja keras kita itu, semua demi masa depan keluarga. Pertanyaannya, apakah kita telah mapan bekerja dan masa depan keluarga terjamin?
Sekiranya ‘ya’, itu bagus. Lebih baik lagi, jika kita mempunyai jabatan tinggi. Berarti kita tidak salah menggantungkan masa depan keluarga pada perusahaan yang tepat.
Seandainya belum mapan, kita perlu bertanya pada diri sendiri. Barangkali ada yang keliru dengan cara kerja keras dan kesibukan kita selama ini, dan hal itu yang mesti dibenahi.
Sebenarnya, kesibukan kita yang menguras waktu, bahkan lembur hingga larut malam itu untuk mencari kesenangan, pengakuan diri, atau demi keluarga.
Tidak ada gunanya berkilah atau mencari alasan untuk pembenaran dan mau menangnya sendiri.
Yang wajib diingat bersama adalah membangun keluarga bahagia itu tidak didasari atas materi, tapi yang utama membangun kebersamaan untuk saling percaya dan memahami satu dengan yang lain.
Ketimbang menyesal belakangan, lebih baik kita jujur pada diri sendiri.
Sekiranya kita sekadar berburu kesenangan dan pengakuan diri, hal itu tidak ada puasnya dan itu tidak ada habisnya. Bahkan kita bakal kecewa dan sakit hati.
Berbeda sekali, jika dibandingkan dengan kebahagiaan keluarga yang didasari kasih untuk saling setia dan membahagiakan.
Saatnya kita lebih mendahulukan dan mengutamakan kepentingan keluarga, ketimbang memburu pengakuan semu yang menjerumuskan. Karena keluarga adalah harta yang paling berharga dan sumber kebahagiaan rumah tangga.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

