Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Sang optimis memandang mawar dan bukan duri; sang pesimis menatap duri dan tidak menyadari mawar.”
(Kahlil Gibran)
…
Bunga Pujaan Manusia
‘Mawar’, bunga mawar (ros atau rosa), sejenis bunga yang sangat spesial dan unik. Juga dikenal di seantero dunia dari aneka budaya dan suku bangsa.
Bahkan bunga mawar itu sebagai simbol cinta yang kuat, kemurnian sejati, keindahan dalam bentuk yang paling murni, dan bahkan sebagai aroma surgawi.
Tiada Gading yang tak Retak
Apakah, ketika bunga mawar diciptakan, ternyata Tuhan dengan sengaja menancapkan duri-duri pada tangkainya?
Apakah tujuannya? Tujuannya agar manusia itu harus tahu dan sadar diri, bahwa di balik sesuatu yang paling indah dan sempurna itu masih terdapat cacat cela atau kekurangannya.
Saya teringat akan peri bahasa kita, “Tiada gading yang tak retak.” Artinya tidak ada manusia yang tanpa cacat cela. Dengan kata lain, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dalam konteks ini, orang yang berbahasa Latin menyebutnya, “Errare humanum est.” Kelemahan adalah khas manusia.
Manusia bukan Tuhan
Makhluk manusia, kapan dan di mana pun serta dari suka bangsa apa pun memang tidak ada yang terlahir dengan sempurna. Bahkan sudah sedari lahir dan dari kodratnya, bahwa manusia adalah ciptaan yang tidak sempurna alias serba terbatas.
Hendaknya realitas ini tidak menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan yang minder dan putus asa. Bahkan, ketika manusia menyadari akan eksistensi keterbatasan ini, justru dapat menjadikannya sebagai ciptaan yang sungguh menyadari akan keberadaan yang serba terbatas ini.
Secara kodrati dan alamiah, kondisi ini justru menjadikan manusia sebagai ciptaan yang harus tahu dan sadar diri agar tidak membusungkan dada alias bersombong diri.
Manusia serba Terbatas
Sebagai makhluk ciptaan yang serba terbatas, tentu manusia perlu menyadari akan keterbatasan ini. Sehingga di dalam ziarah hidup ini, dia mampu untuk bersikap rendah hati.
Antara Setan dan Malaikat
Secara tradisi dikatakan, bahwa setan adalah malaikat yang jatuh ke dalam dosa. Santo-santa adalah orang berdosa yang bertobat.
Hal ini dapat dimaknakan, bahwa sang ciptaan yang diciptakan secara sempurna itu dapat jadi tidak sempurna, ketika ia telah jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya, ciptaan yang tidak sempurna pun dapat jadi sempurna, jika dia bertobat.
Pesan Spiritual
Secara rohani dan spiritual dapat dimaknakan, bahwa sesungguhnya, tidak ada ciptaan yang tidak sempurna. Karena Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan mulia.
Lihatlah pada figur kedua manusia pertama (Adam dan Hawa), yang akhirnya harus terusir dari kebahagiaan Eden justru, karena melawan hukum dan perintah Tuhan, bukan?
Maka, hendaklah manusia menyadari akan kodratnya sebagai makhluk manusia.
Bunga mawar pun telah diciptakan sebagai bunga terindah yang juga memiliki duri-duri.
“Hanya Tuhanlah yang Mahasempurna.”
…
Kediri, 22 November 2024

