Serius? Tidak harus kaget, melotot, apalagi tidak percaya.
Ini kisah riil, nyata, dan tidak hoaks. Karena terjadi setiap hari. Menerima THR setiap-hari ini fakta, realistis, bukan isapan jempol, atau sekadar sensasi.
THR yang diberikan ini tidak khusus untuk pengusaha, bos, orang kaya, atau pekerja. Juga THR yang ini tidak mengenal status, golongan, atau kasta. Karena semua orang dijamin menerima. THR ini berarti: Tuhan Hadirkan Rezeki. Anugerah Tuhan yang luar biasa.
Lho? Kita tidak harus bengong atau melongo. Rezeki yang kita terima itu tidak harus berupa materi. Bisa juga kesehatan, sukacita, panjang usia, dan sebagainya.
Pertanyaannya, apakah kita mau mengelola THR itu dengan baik dan bermanfaat untuk orang lain?
Semua itu bergantung pada tiap pribadi untuk menanggapinya.
Jika kita memberi suatu barang atau uang, tapi pemberian itu disia-siakan, bahkan disalah-gunakan. Bagaimana reaksi kita?
Kecewa, bahkan bersedih hati itu jelas. Karena, bukannya disyukuri, dikelola, dan dimanfaat dengan baik, melainkan pemberian kita itu disia-siakan tiada guna.
Apalagi hati Tuhan. IA pasti sangat sedih. Tapi IA Mahabaik, Pengasih, dan Penyayang. Dengan kemaha-sabaran-Nya, IA selalu mengingatkan kita agar sadar diri untuk kembali kepada-Nya.
Sesungguhnya, hidup ini adalah ungkapan syukur dan terima kasih kita kepada-Nya agar kita tidak menyia-nyiakan bakat dan talenta yang dianugerahi Tuhan.
Sesungguhnya, hidup adalah nilai pertanggung-jawaban kita kepada Tuhan agar anugerah-Nya dikelola baik dan bermanfaat untuk sesama.
Nyalakan api cinta-Nya di hati ini, karena ‘urip iku urup’.
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

