Pemeran Yesus dalam Passio kemarin, tepat jam 3 sore, terbata – bata, ketika dia mengatakan, ‘tetelestai’. Sudah selesai!
Saat kita merasa lelah atau susah, bisikkan kata ‘tetelestai’ dalam doa kita. Biarkan kata itu mengingatkan kita, bahwa beban terberat hidup ini sudah dipikul oleh-Nya, sehingga kita mempunyai kekuatan untuk melangkah satu hari lagi.
Dalam bahasa Yunani, Tetelestai bukan hanya berarti “akhir hidup,” melainkan sebuah proklamasi kemenangan: “Sudah Genap.” Tuhan menyatakan, bahwa misi kasih / penebusan-Nya telah “tuntas secara sempurna.”
Apa makna Tetelestai kita saat ini?
Jadikan ‘tetelestai’ sebagai standar etika karya / pelayanan kita. Apa pun yang kita mulai: baik pekerjaan, pelayanan, atau komitmen dalam keluarga itu untuk diselesaikan dengan tuntas dan sebaik mungkin sebagai persembahan bagi Tuhan.
Salam Tetelestai.
Jlitheng

