“Moving forward, you are the special one.” -Rio, Scj.
Dalam permainan catur, bidak Pion mungkin terlihat lemah dan kecil itu tidak salah. Meski terlihat kecil dan lemah, Pion mempunyai hal yang istimewa. Dari semua bidak catur hanya Pion yang tidak pernah berjalan mundur. Apa pun yang terjadi Pion selalu melangkah ke depan.
Walaupun Pion maju selangkah demi selangkah, tapi Pion terus melangkah maju. Saat Pion sampai ke pucuk, hanya Pion yang bisa berubah jadi bidak apa pun yang ia mau.
Begitulah hidup, terus bergerak maju. Waktu tidak akan berhenti untuk menyembuhkan luka. Dunia tidak akan berhenti berputar, hanya untuk menyelesaikan masalah dan mencari jalan ke luar. Teruslah melangkah, meski ada sejuta masalah. Teruslah bergerak maju, meski beban berat ada di bahu.
Meski kadang langkah terasa sia-sia dan tiada arti, tapi teruslah melangkah; yang sia-sia dan tanpa arti itu justru akan terberkati. Meski kadang langkah terasa berat dan sulit, teruslah melangkah karena setiap susah akan berbuah anugrah. Meski langkah penuh luka dan air mata, teruslah melangkah, karena setiap tetes keringat dan air mata tak akan pernah jatuh sia-sia.
Bersukacitalah dalam pengharapan, bersabarlah dalam kesesakan, bertekunlah dalam doa. Kalimat sederhana inilah yang akan membuat langkah kita berwarna dan ringan bersama Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

