“God give us a second chance.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Situasi dan kondisi sekarang ini banyak ketidakpastian. Hari ini bepergian, pulangnya menemui ajal. Hari ini sehat, besok terkapar sakit. Hari ini bekerja, besok kena PHK. Hari ini tertawa, tidak lama jadi duka. Selama kita masih diberi kesempatan hidup, bersiaplah untuk mengalami perubahan. Bersiap meninggalkan zona nyaman untuk menghadapi ketidakpastian.
Perubahan itu sering kali menakutkan. Jika saat ini kita merasa takut jalan hidup yang baru, tentang kondisi dan situasi baru, perubahan dan masa depan. Ingatlah selalu pada Tuhan.
Rasa takut dan khawatir itu wajar dan normal. Kadang kita perlu membiarkan diri untuk menyambut rasa khawatir dan takut itu. Bahkan kadang kita perlu merangkulnya. Itulah salah satu tanda, bahwa kita sedang bertumbuh. Berani itu tidak berarti kita tidak mempunyai rasa takut. Walau takut, kita tetap terus melangkah, bergerak, mencoba, dan terus melakukannya.
Perubahan itu memang proses melelahkan, karena harus ke luar dan menjauh dari kenyamanan. Kita tidak tahu prosesnya, tantangan, dan akhirnya. Tapi percayalah, sebuah perubahan itu pasti akan selalu berujung dengan kebaikan. Karena dalam hidup ini tidak ada yang namanya kebetulan. Segala sesuatu itu terjadi untuk kebaikan dan atas seizin Tuhan, merupakan ketetapan-Nya. Tujuannya agar kita mempunyai keyakinan, iman, dan kepercayaan .
Tetaplah sadar, jika datang ketidak-pastian itu. Jagalah untuk tetap sadar berada pada kondisi baik; untuk berprasangka, berpikir, berbicara, dan berbuat baik. Sadar diri inilah yang memungkinkan kita berdialog dan mendengarkan suara hati.
Kita tidak usah larut dan pusing dengan komentar dan nyinyiran sana sini. Ingat dalam hidup ini kita yang menjalani, tapi Tuhan yang menerangi dan menentukannya. Ingat selalu, satu pilihan itu membawa perubahan dan satu keputusan menentukan masa depan.
Ketika kita berani memberikan yang terbaik dari hidup ini, jangan kaget, jika anugerah Allah tercurah memenuhi hidup kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

