Pesta Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabet
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat” (Rm. 12: 10).
Lewat peristiwa Bunda Maria yang mengunjungi Elisabet, kita diajak untuk belajar dari teladan Bunda Maria yang oleh karena kasihnya berani ke luar dari zona nyamannya dan mengunjungi sesamanya. Walaupun ia sedang mengandung Sang Juru Selamat manusia, ia tetap dengan rendah hati menunjukkan pelayanannya, melepaskan egonya sendiri, mencurahkan cinta, tenaga, dan pikiran untuk sesamanya.
Kunjungan Bunda Maria membawa sukacita di hati Elizabeth dan bayi yang dikandungnya. Hal ini, karena kuasa Roh Kudus yang menaungi Bunda Maria. Kehadiran Bunda Maria membawa Elizabeth pada perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang berada dalam kandungan Bunda Maria. Pelayanan dan kerendahan hati Bunda Maria menjadikan perjumpaan mereka jadi perjumpaan dengan Tuhan yang melawat umat-Nya.
Yesus juga hadir di dalam diri kita masing-masing, terutama karena kita telah menyambut tubuh-Nya yang kudus dalam Ekaristi. Sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk menjumpai sesama kita dan membawakan kasih Allah bagi mereka. Ungkapan cinta dan pengorbanan kita dapat diwujudkan lewat uluran tangan dan perhatian terhadap kebutuhan sesama.
Herlin
Sabtu, 31 Mei 2025
Zef 3: 14-18 atau Rm 12: 9-16b MT Yes 12: 2-6; Luk 1: 39-56
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

