Kompetisi adalah salah satu ciri menonjol dalam kehidupan dewasa ini. Orang beradu kekuatan untuk meraih keberhasilan. Bahkan untuk menang atau jadi yang terdahulu orang mau menghalalkan segala cara. Dalam kompetisi pasti ada yang kalah dan menang, ada yang unggul dan ada yang jadi korban, dan tersingkir.
Injil hari ini mengisahkan mukjizat penyembuhan seorang yang telah menderita sakit selama 38 tahun di Betesda. Betesda dalam Bahasa Ibrani berarti rumah kemurahan atau rumah anugerah. Penginjil menggambarkan besarnya rumah ini dengan menyebut serambinya yang berjumlah lima. Di sana datang banyak orang sakit, mengharapkan kemurahan dan anugerah Allah. Namun, justru di tempat yang seharusnya jadi tempat anugerah, terjadi ironi: Ada yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit dan berharap mendapat anugerah kesembuhan, justru tidak memperolehnya, karena tidak ada yang menolong. Ada banyak alasan orang tidak menolong. Mungkin karena keterbatasan. Bisa karena situasi yang sulit. Tapi ada juga yang tidak menolong, karena tidak mau peduli pada penderitaan orang lain.
Ada cukup banyak saudara-saudari kita yang berada dalam situasi terbatas, menderita, dan berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. Setiap murid Kristus, setiap komunitas Kristiani diundang jadi rumah anugerah bagi siapa pun yang menderita, bukan sebaliknya justru jadi penghalang, tutup mata dan tidak peduli atas penderitaan sekeliling.
Di tengah kompetisi yang keras dan sering memakan korban, kita diajak untuk berlomba-lomba berbuat baik dan jadi perpanjangan tangan kebaikan Tuhan.
Ziarah Batin

