Calon Mantu – 20 | Oleh Mas Redjo
“Malam, Bu Cicil. Sehat? Ada apa nih, kayaknya penting,” sambut saya akrab.
“Tolong, Pak. Besok seusai misa Minggu pagi, Bapak ke kantor. Kita ada rapat.”
“Baik, Bu. Dicatat.”
“Salam buat Ibu ya, Pak. Selamat malam …,” bu Cicil lalu memutuskan hubungan.
“Dari Bu Cicil PSE. Besok kau ke gereja jam berapa?”
“Pagi. Tapi saya mau ke gereja Blok B, karena mau nengok Ibu ke Pancoran,” sahut Kus.
Kus tahu Jo aktif di kegiatan sosial gereja. Alasan Jo sederhana, hidup ini harus dijalani seimbang. Bekerja dan berbagi untuk sesama. Apalagi sejak Bagas membantu di toko. Sehingga Jo makin aktif dalam kegiatan sosial.
“Kau mau minum?”
“Gampang. Aku nanti ambil sendiri.”
Bagas muncul dari dalam.
“Mau ke mana, Le?”
“Malam, Oom. Tante nggak diajak?” sapa Bagas pada Kus.
“Oom pulang dari kantor lalu mampir. Mau malam Mingguan?”
“Nggak. Nongkrong aja di Barrel. Oom mau ikut?”
Selanjutnya baca di Calon Mantu – 19 | Ternyata Wen Minder…

