| Red-Joss.com | Memilih sebagai lansia yang terlibat agar tidak terlipat oleh kehidupan.
Terlibat artinya menghayati kesehariannya sebagai lansia secara sadar dan bertanggung jawab, dan tidak hanyut.
Lansia adalah Faktisitas
Pernahkah sebelum jadi lansia, kita diajak berdiskusi atau ditanya, apa bersedia menjadi lansia atau tidak. Pernahkah kita disodori sebuah pilihan, apakah akan menjadi lansia atau akan terus menjadi manusia muda yang tidak pernah mengalami kemunduran fungsi tubuh, kemampuan mendengarkan, kemampuan melihat, tak mengalami gangguan sendi, tak mengalami nyeri asam urat dan gangguan kesehatan lainnya. Tidak!
Menjadi lansia adalah ‘faktisitas’, yakni sebuah pengalaman terlempar. Mau tidak mau, tanpa menunggu persetujuan dari sang waktu, seseorang terlempar jadi lansia seturut waktu hidup yang dijalaninya. Tak ada pilihan lain, tak bisa diubah, dan tak bisa ditolak. Faktisitas atau pengalaman keterlemparan sebagai lansia ini adalah realitas niscaya yang hanya dapat dihadapi dengan satu sikap dasar, yakni menerima apa adanya sebagai kenyataan.
Apa pilihan kita, lansia ini? Memilih terlibat atau terlipat.
Terlibat dalam proses waktu dapat dipahami sebagai sebuah proses yang dipilih secara sadar, penuh tanggung jawab dan mandiri untuk menghadirkan diri secara tekun, otentik, dan berkualitas di dalam waktu. Dengan demikian, terlibat adalah sebuah pilihan aktif positip dan bertanggung jawab dalam menghadapi faktisitas sebagai lansia.
Lansia itu jangan terlipat. Manusia yang terlipat oleh waktu, adalah yang hanyut, larut, mengalir tanpa pernah membangun pilihan sadar dan reflektif terhadap waktu dan keseharian. Ia jadi manusia di dalam kumpulan dan gerombolan tanpa menghadirkan keunikan, kemandirian dan pilihan kreatif penuh sadar dan tanggung jawab.
Salam lansia sehat. Makin unik, inspiratip dan mencipta makna.
…
Jlitheng

