Red-Joss.com – Sesungguhnya, dalam hidup ini kita diajak untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Seperti halnya berkendara, waspada dan berjaga-jaga itu bertujuan untuk membantu kita agar fokus, tidak kehilangan arah, dan tersesat dari jalan yang semestinya ke arah yang dituju.
Kata waspada dan berjaga-jaga sering menimbulkan rasa was-was dan takut. Perasaan seperti itu akan melahirkan perasaan lain, yakni gelisah, karena hilangnya rasa damai di hati.
Dulu, ketika menghadapi persoalan tertentu, saya hanya fokus pada masalah itu dan tidak melihat berkat Tuhan yang lain, sehingga merasa cemas.
Cara lama itu sudah saya ubah dalam memandang hidup ini. Hidup ibarat selembar kertas, lembar putih jauh lebih luas daripada titik-titik hitamnya. Artinya, sesungguhnya berkat yang saya terima dari Tuhan jauh lebih banyak dari masalah yang saya hadapi. Maka semua itu, baik lancar atau kendala, baik sehat atau sakit tertentu yang saya alami, saya bersujud di hadirat-Nya. “Terimakasih Tuhan atas semuanya ini.” Sikap ini membuat hidup saya terasa lebih ringan.
Sekarang, ketika karena gigi rusak saya tidak dapat lagi makan makanan yang sebelumnya saya suka, doa saya: “Terima kasih Tuhan atas semuanya ini. Karena saya masih dapat menikmati banyak yang lainnya dengan kesehatan tubuh saya ini.
Kewaspadaan yang ditemani ketekunan akan melahirkan keikhlasan. “Keikhlasan” itulah yang menuntun jiwa ini pandai berterimakasih pada Tuhan dalam segala situasi, sehingga membuat hidup ini dipenuhi kedamaian .
Tetap setia berbagi berkat.
…
Jlitheng

