“Dengan apakah Aku umpamakan angkatan ini?” (Mat 11: 16a).
Yohanes dikritik, karena cara hidupnya yang keras. Yesus dicela, karena makan dengan orang berdosa. Mereka menolak hal ini, karena tidak sesuai dengan pikiran mereka. Kehidupan kita juga demikian, kita sering dihadapkan dengan berbagai bentuk suara berupa nasihat, teguran, koreksi, ajakan dalam doa, atau bahkan bisikan hati nurani. Apa tanggapan kita? Apakah kita mengabaikan atau menolaknya?
Sering kali terjadi penolakan itu bukan karena pesannya yang salah, melainkan cara penyampaian, tuntutan, dan pesannya tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Jika kita selalu berkeras hati dan menutup diri, maka kita akan selalu menemukan alasan untuk menolak, menghindar, dan tidak percaya.
Hal inilah yang dikritik oleh Yesus, ketika Ia mengatakan, “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung” (ay. 16b-17).
Mari kita melihat dan mengevaluasi keadaan hati, pikiran, dan kehendak kita.
“Ya, Tuhan, beri aku kerendahan hati, agar aku tidak menutup diri dari kasih-Mu.”
Sr. Mary Alberta, P. Karm
Jumat, 12 Desember 2025
Yes 48: 17-19 Mzm 1: 1-4.6 Mat 11: 16-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

