“Setiap hari kita diingatkan: rumah siapa yang sedang kita bangun: rumah sendiri atau rumah Tuhan? Hanya hati yang dipenuhi syukur dan taat yang siap jadi tempat kediaman-Nya.”
Melalui Nabi Hagai, Allah menegur umat-Nya: “Perhatikan keadaanmu! Bangunlah rumah-Ku supaya Aku dimuliakan.” Ampunilah kami, ya, Allah, bila lebih sibuk membangun kenyamanan sendiri daripada kami menata hati jadi tempat kediaman-Mu.
Pemazmur mengajak kami: “Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru, pujian-Nya dalam jemaah orang saleh.”
Bapa, bukalah bibir kami untuk senantiasa memuji-Mu. Berkati syukur dan pujian kami jadi senjata yang menyingkirkan kabut dosa dan kebingungan.
Dalam Injil, Herodes ingin tahu siapa Yesus, tapi hatinya tetap tertutup oleh kesombongan dan dosa yang tidak ditinggalkan. Jangan biarkan kami hanya berhenti pada rasa ingin tahu. Tapi teguhkan hati kami untuk sungguh mengenal Yesus, Raja dan Juru Selamat, dan mengikuti-Nya dengan sepenuh hati.
Bapa, berilah kami keberanian untuk segera bertobat, mengampuni dengan tulus, dan hidup setiap hari dalam hadirat-Mu. Jadikan hidup kami rumah di mana Roh-Mu berdiam, penuh dengan syukur, sukacita, dan kesediaan melakukan kehendak-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

