Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Isi telur yang tersembunyi itu
menyimbolkan rahasia kehidupan dan kebangkitan.”
(Didaktika Misteri Hidup)
Sejarah, Filosofi, dan Makna Telur Paskah
- Historisitas Telur Paskah
Sejarah awal atau tradisi adanya budaya ‘telur Paskah’, berawal dari tradisi Kekristenan Eropa. Karena pada masa awal itu, ‘telur’ dianggap sebagai simbol dari ‘kehidupan baru dan kebangkitan.’ Dalam konteks ini, mereka mengaitkannya sebagai simbol dari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
- Filosofi tentang Misteri Telur Paskah
Secara filosofis, telur Paskah itu melambangkan:
- Aspek kebangkitan dan kelahiran baru. Bahwa kehidupan ini, berlangsung dengan cara berproses.
- Aspek harapan dan kebangkitan. Bahwa kehidupan ini, bukanlah tanpa tujuan atau suatu kesia-siaan, melainkan memiliki suatu harapan, yakni menuju kepada kebangkitan.
- Aspek kesuburan dan kehidupan. Bahwa lewat proses hidup ini, kita dapat bertumbuh demi berlangsungnya dan melanggengkan kehidupan ini.
- Makna dan arti Telur Paskah
Berdasarkan aspek pemaknaan serta arti, telur Paskah itu mengingatkan kita akan vitalnya suatu pengharapan, kebangkitan, dan kehidupan baru. Lewat sebutir telur yang terbungkus, sebagai simbol kesuburan dan kehidupan yang berkesinambungan.
Beberapa Konsep yang Terkait!
Di balik aspek historisitas, filosofis, dan pemaknaan dari tradisi serta simbol ‘telur Paskah,’ terdapat pula beberapa aspek yang terkait!
Antara lain:
- Aspek kebangkitan dan transformasi. Transformasi tentang adanya suatu siklus, dari kematian menuju pada kehidupan.
- Aspek kesuburan dan kehidupan baru. Ternyata kehidupan ini ditopang dari dalam, lewat potensi kesuburan. Dari aspek kesuburan inilah, menghadirkan suatu kehidupan baru, yakni adanya musim semi yang berdampak adanya kebangkitan.
- Aspek kerahasiaan dan misteri. Di balik isi telur yang terselubung itu, melambangkan rahasia kehidupan dan kebangkitan.
Refleksi
Menilik pada aspek sejarah, filosofis, dan makna telur Paskah, ternyata kehidupan kita bagaikan sebuah sekolah kehidupan, alias ‘school of life’.
Bahwa di balik dan di dalamnya, berlangsung sebuah misteri. Itulah misteri yang paling agung: yakni adanya proses kehidupan dan kebangkitan.
“Ego sum Resurrectio et Vita”
“Akulah Kebangkitan dan Hidup”
(Yohanes 11: 25).
Kediri, 6 April 2026

