Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tulislah tentang sesuatu, maka saya akan mengenal siapakah sejatinya engkau.”
(Didaktika Makna Hidup)
Sederet Perumpamaan
Seperti “sebatang pohon yang akan dikenal dari buah-buahnya. Seorang manusia dikenal dari tindakannya. Detangkai mata pena juga dikenal dari isi tulisannya.” Demikian sederet perumpamaan yang mendeskripsikan hal ‘isi atau kualitas’ manusia dan setangkai mata pena.
Sebuah Analogi
Adapun tulisan refleksi ini, mendeskripsikan lewat cara membandingkan antara ‘bobot seorang manusia dengan manfaat dari setangkai pena.’ Sehingga tulisan ini dapat digolongkan sebagai sebuah analogi.
Persembahan Diri
Seorang anak manusia ideal dapat dimaknakan sebagai sesosok pribadi yang potensial, berguna, dan produktif bagi kepentingan sesama di dalam kehidupan ini. Dia memiliki andil besar bagi kesejahteraan umat manusia dengan cara mencurahkan seluruh potensinya demi mengabdikan dirinya kepada sesama manusia.
Di dalam dirinya, tentu tersimpan aneka potensi dasyat dan daya juang handal, sehingga dia sanggup mempersembahkan dirinya bagi sesama.
Inilah kebermanfaatan dari kehadiran seorang manusia yang potensial. Dalam konteks ini dapat disimpulkan, bahwa kita sangat membutuhkan pribadi yang potensial.
Demikian pentingnya kehadiran dari setangkai mata pena di dalam kehidupan ini. Bukankah setangkai mata pena sungguh berjasa bagi kehidupan lewat perannya untuk menulis tentang seluruh realitas kehidupan ini?
Tentu, kita sangat membutuhkan setangkai mata pena yang di dalamnya mengandung tinta berupa cairan berwarna yang sanggup menuliskan tentang apa saja sesuai keinginan dari sang penulisnya.
Kehadiran tinta berupa cairan berwarna itulah sebagai potensi utama dari setangkai pena. Jika pena itu tanpa tinta di dalamnya, maka pena itu tidak bermanfaat bagi kehidupan ini.
Konklusi ‘Capita Selecta’
“Hidup yang berguna adalah hidup yang dipersembahkan,” demikian seuntai refleksi hidup ditinjau dari aspek pragmatisnya.
Orang-orang akan cenderung untuk mengukur derajat dan kualitas hidup ini dari aspek kebermanfaatannya.
Apa jasa dan pemberian diri Anda bagi kehidupan ini?
Laksana tetes-tetes air hujan yang sanggup menggenangi dan meresapi dasar bumi, demikian pula potensi dan jasa baik Anda berguna bagi kehidupan ini.
…
Kediri, 7 Februari 2025

