Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | Telinga atau kuping adalah organ tubuh pendeteksi/pengenal suara…
Ada sejumlah ‘ideom /peri bahasa,’ yang menggunakan kata “telinga,” semisal, tipis telinga, tebal telinga, jadi mata telinga, masuk telinga kiri, ke luar telinga kanan, memberi telinga, memasang telinga, dan biar telinga rabit, asal dapat bersubang.
Hal ini untuk membuktikan, bahwa ternyata daun telinga sang manusia itu justru sangatlah vital.
Saudaraku, ada pun fokus dari tulisan kecil ini, pada ‘peri bahasa’, Biar telinga rabit, asal dapat subang. Artinya, biar badan sakit, asal menjadi cantik.
Lewat makna: “Biar pun badan sakit, asal tampak cantik,” terungkap bahwa, untuk merengkuh atau meraih suatu keberuntungan, kemenangan, dan bahkan sebuah prestasi itu mutlak dibutuhkan suatu pengorbanan.
Di sini, dibutuhkan sebuah sikap, suatu opsi alternatif personal. Apakah sang manusia itu mau melakukannya atau tidak. Karena biasanya seorang manusia akan melakukan sesuatu atas dasar kalkulasi karakter personalnya.
Tentu, untuk menjatuhkan pada sebuah pilihan itu ada risiko sebagai eksesnya. Beruntung atau malah merugi. Maka, di sinilah letak duduk persoalan yang paling mendasar sesuai karakter dan aneka kalkulasi dari personal itu.
Apakah tindakan itu sebagai suatu yang penting dan mendasar atau sekadar suatu sikap adu gengsi murahan agar diakui dan disanjung?
Manusia itu pada dasarnya bebas untuk memilih sebuah opsi bagi dirinya. Hal ini ditempuh, tentu atas dasar kalkulasinya. Dia tentu tahu, apa keuntungan atau kerugiannya. Itu namanya risiko dari sebuah ‘kalkulasi personal’.
Menjatuhkan suatu pilihan adalah sebuah sikap kebebasan yang patut dihargai. Dan hindarilah sikap yang memvonis seseorang, hanya didasari atas pilihan bebasnya itu.
Semoga masyarakat kita terus belajar untuk bisa mengapresiasi dan menghargai orang atas dasar pilihan bebasnya.
Kita tidak boleh merasa paling benar dan bersikap mau menang sendiri. Karena hidup ini juga ada banyak alternatifnya.
…
Kediri, 29 Maret 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

