Red-Joss.com – Langkah Anwar Rosyid tersusun rapih dan tidak grusa-grusu. Ia ibarat seorang filsuf yang sedang menggerakkan bidak-bidak caturnya. Penuh perhitungan dan kehati-hatian.
Pengamatan Rosyid sangat cermat dari pengalaman estetik dan telah mengendap selama puluhan tahun dalam ruang imajinya.
Rosyid memuntahkan imajinya itu di ruang pamer Balai Budaya Jakarta. Sehingga Jagad Kartun dibuatnya kaget dan terhenyak!
Pria yang selalu berpenampilan kalem ini tanpa gembar-gembor, menumpahkan semua catatan estetiknya di Balai Budaya Jakarta, 23-30 Januari 2023.
Bagai Gunung Merapi yang terlihat kalem-tenang dan teduh itu tiba-tiba batuk dan memuntahkan magmanya. Semua orang pun terkesiap!
Itulah sosok Anwar Rosyid, kartunis asal Jogjakarta yang bernampilan santun dan cenderung kalem. Ia menunjukkan jati dirinya kepada jagat seni rupa Indonesia.
Saya mengenal Anwar Rosyid sekitar tahun delapan puluhan akhir. Gaya dan bicaranya pada siapa pun tetap lembut dan santun.
Rosyid dengan pengalamannya yang matang selama puluhan tahun sebagai kartunis Suara Pembaruan di bawah arahan dan bimbingan Pramono, sang empu Kartun Indonesia.
Kartun-kartun senyap Rosyid kadang membutuhkan waktu untuk mencerna momen lucunya. Selain itu, untuk menghasilkan kartun tanpa teks dibutuhkan kecerdasan yang cukup agar bisa menampilkan sebuah cerita bergambar tanpa narasi dalam satu atau beberapa panel.
Sore itu, Anwar Rosyid menampilkan ratusan karya yang telah ia kerjakan dan kumpulkan selama bertahun-tahun. Bahkan ada sebuah artefak yang sangat berharga, yakni karya kartun asli yang telah puluhan tahun usianya ikut dipamerkan.
Apresiasi yang tinggi terhadap Kampung Semar, karena sukses menjebak Rosyid yang pendiam dan pasrah ‘semeleh’ itu hadir dalam sebuah event pamer karya di Balai Budaya Jakarta.
Telat Ngguyu adalah kata yang tepat untuk tajuk pameran Rosyid agar ia ‘ora lali ngguyu’.
Selamat berpameran!
…
Jan Praba

