Karena tentang dia ada tertulis: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu” (Mat 11: 10).
Betapa mulianya tugas yang dipercayakan Allah kepada Yohanes Pembaptis: jadi pendahulu, perintis jalan bagi Kristus. Di tempat lain ia sendiri menyebut dirinya ‘sahabat mempelai laki-laki’, atau sahabat Kristus (Yoh 3:29). Sikap Yohanes yang bisa diteladani dalam melaksanakan tugas-tugas kita. Pertama: sikap rendah hati dan menerima tugas sebagai kehendak Allah bagi hidupnya. Ia tidak menunjukkan sikap kurang puas dengan hanya jadi perintis bagi Kristus, dan bukan Mesias itu sendiri. Meskipun orang menyangka, bahwa dia itu Mesias, ia dengan tegas menyatakan: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan bagi Tuhan!” (Yoh 1:28).
Kedua: kesadaran, bahwa dipanggil untuk bekerja bagi Kristus berarti diangkat jadi sahabat-Nya: “Aku menyebut kamu sabahat” (Yoh 15: 15b). Kita bahkan sering ingin jadi seorang sahabat dari teman yang kita pandang menyenangkan dalam bergaul. Maka, jadi sahabat Yesus tentulah sesuatu yang tak dapat kita bayangkan arti dan nilainya bagi hidup kita.
Marilah kita menyerahkan diri untuk dipakai-Nya sebagai alat guna perkembangan Kerajaan Allah di dunia ini, maka Yesus akan menyebut kita sahabat-Nya.
Sr. Marietta, P. Karm
Minggu, 14 Desember 2025
Hari Minggu Adven III
Yes 35: 1-6.10 Mzm 146: 7-10 Yak 5: 7-10; Mat 11: 2-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

