“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu” (Yoh 13: 14).
Injil Yohanes menggambarkan momen penting, yakni kasih Yesus yang mendalam dan totalitas pengabdian-Nya. Menjelang penderitaan-Nya, Yesus membasuh kaki para murid, tindakan yang sangat rendah hati dan mengejutkan. Pada masa itu, membasuh kaki adalah tugas budak atau pelayan terendah, namun Yesus dengan sukarela melakukannya untuk murid-murid-Nya.
Melalui tindakan ini, Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa pelayanan sejati datang dari kerendahan hati dan kasih yang tulus. Santo Agustinus mengatakan, “Kerendahan hati adalah fondasi dari segala kebajikan. Makin tinggi engkau ingin membangun gedung rohanimu, kian dalam engkau harus menggali fondasi kerendahan hati.”
Ketika seseorang sudah tidak rendah hati, maka Iblis akan mulai membangun benteng kesombongan yang akan mengisolasi dirinya dari rahmat Allah. Mungkin selama ini kita sering kali jatuh dalam keangkuhan, tidak peduli, dan merasa paling benar, tanpa menyadari, bahwa sikap ini adalah perangkap paling berbahaya dalam perjalanan spiritual kita.
Mari kita kembali pada teladan Kristus, yang walaupun Allah Yang Mahatinggi, rela merendahkan diri membasuh kaki murid-murid-Nya.
Fr. Guido Conforti, CSE
Kamis, 17 April 2025
Kamis Putih: Misa Perjamuan Malam Tuhan
Kel 12: 1-8.11-14 Mzm 116: 12-13.15-18; 1Kor 11: 23-26 Yoh 13: 1-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

