Yohanes Pembaptis adalah teladan kejujuran dan kerendahan hati. Di tengah kehebatannya, ia tetap setia pada pilihannya sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun” untuk meluruskan jalan bagi kedatangan Mesias. Yohanes memegang teguh prinsip kerendahan hati dan kejujuran, bahkan ketika banyak orang memujinya lantaran karya-karya baik yang sudah dilakukannya.
Semua karya Yohanes itu baik, sehingga dia layak mendapat penghargaan sebagai mesias, Elia atau Nabi yang dinantikan. Akan tetapi, Yohanes menolak semua bentuk penghargaan dan pengakuan itu. Dengan rendah hati dan jujur, ia tetap mengakui dirinya hanya sebagai penyedia jalan bagi Tuhan dan ia tidak mudah terjebak dalam pujian-pujian manusia.
Kesaksian Yohanes Pembaptis sebagai pribadi yang rendah hati dan jujur itu mendesak untuk diteladani di tengah kecenderungan kita yang selalu ‘butuh validasi’, selalu mau jadi pusat perhatian, dan yang selalu mengharapkan pujian serta pengakuan yang lebih dari orang lain.
Dengan kesaksian Yohanes ini, semoga kita selalu rendah hati dan tetap fokus pada misi untuk mewartakan Yesus, dan bukan mewartakan kehebatan diri sendiri.
“Tuhan, ingatkanlah kami selalu untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan jujur dalam menyalurkan kasih-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

