“Ketika bimbang dan terombang-ambing dalam ketidakpastian, saya tekun berdoa dan mohon penyertaan-Nya.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Saya menyesal mengecewakan Tuhan. Permohonan dikabulkan, tapi tidak saya gunakan sebaik-baiknya. Saya abaikan pemberian-Nya itu, sehingga mangkrak dan sia-sia.
Saya tidak mencari pembenaran atau menyalahkan keadaan. Semua itu mutlak kesalahan saya yang tidak komitmen dan konsisten untuk mewujudkan cita-cita.
Ketika anak-anak meminta agar saya mengurungkan niat mudik dan menetap di kota kelahiran, AMB. Alasannya, siapa yang mengurusi, jika Ibu Bapak sakit dan jauh dari anak-anak?
Padahal saya ingin membangun rumah singgah itu di kebun belakang yang luas. Sedang rumah induk yang cagar budaya (1811) itu bangunannya akan saya lestarikan, dan untuk cafe.
Sayangnya, sejak istri sakit, bahkan 2 kali opname di RS, anak-anak menolak ide saya untuk menetap di kampung kelahiran. Alasan yang lain, banyak teman kecil saya yang telah berpulang.
Dalam ketidakpastian itu saya mencoba menghubungi beberapa teman yang berjiwa wirausaha dan mempunyai konsep bisnis brilian untuk bekerja sama bagi hasil. Tapi sayang sekali tidak direspon baik, meski saya juga melontarkan ide serupa ke grup-grup WA lainnya.
Padahal dengan adanya rumah singgah itu, saya berharap mampu memberdayakan teman manula dengan hal-hal positif. Juga warga lingkungan sekitar. Karena AMB mempunyai banyak tempat destinasi wisata andalan dan menarik.
Karena tiada relasi bisnis yang mau diajak bekerja sama dan minim respon dari teman, saya tetap berharap pada kemurahan Tuhan yang telah anugerahi rumah itu, agar saya diberi solusi terbaik.
Saya juga berdoa untuk anak-anak agar hatinya disentuh Tuhan, dan melunak untuk mendukung saya dalam merealisasikan niat itu. Saya mohon diberi petunjuk-Nya agar menemukan orang baik dan jujur yang mau diajak bekerja sama.
Di saat menghadapi kesulitan, di Jumat tengah malam ini saya kembali mendaraskan doa kepada Hati Kudus Yesus selama 15 hari ke depan. Karena Dia selalu memberi yang terbaik untuk saya.
Terpujilah nama Tuhan Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
…
Mas Redjo

