“Kaya itu bukan ketika kita bisa membeli, melainkan ketika kita bisa memberi dan berbagi.” -Rio, Scj
Emas satu ton itu tidak akan cukup bagi orang yang serakah, tapi nasi satu piring dengan lauk seadanya akan cukup bagi orang yang bersyukur. Rezeki itu bukan soal besar atau kecil, melainkan selalu mengalir setiap harinya. Rasa cukuplah yang membuat kita kaya, dan membuat rezeki terus mengalir.
Bila saat ini hidup terasa susah, bukan berarti pintu rezeki tertutup rapat. Bila hidup terasa berat, bukan berarti Tuhan jahat. Bila hidup terasa hampa dan sia-sia, bukan pula Tuhan tidak adil dan lupa pada kita. Tuhan mengetahui keinginan dan kebutuhan. Karena Tuhan tidak akan biarkan kita hidup tanpa tujuan. Tangan-Nya selalu menolong dan memberkati. Mengubah yang mustahil jadi nyata.
Percayalah setiap keringat itu tidak akan pernah jatuh sia-sia. Setiap tetesan airmata adalah harapan dan doa. Angkatlah tangan pasti Tuhan turun tangan. Tekunlah berjuang, karena buah ketekunan adalah sukacita. Cukupkan yang ada pasti Tuhan tambahkan. Ceritakan kepada Tuhan pasti Tuhan kasih jalan. Berserulah pada Tuhan, karena yang indah sedang Tuhan persiapkan.
Nyatanya kita ini yang kurang sabaran. Bukan cuma sesama yang kita salahkan. Tuhan juga sering kita salahkan. Ingatlah pesan sederhana ini, “Bersukacitalah dalam pengharapan, bersabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.” Hidup kita tidak hanya cukup, tapi berkelimpahan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

