“Seberat dan sesulit apa pun sikon yang menghadang jalan hidup, tetaplah teguh hati dan mengandalkan Allah.” -Mas Redjo
Saya terus mencoba, berusaha, dan gigih berjuang, karena dinafasi iman Kristiani untuk meneladani Yesus yang menyelesaikan jalan salib-Nya ke Golgota. Sungguh, “Yesus andalanku!”
Dari pengalaman, sudah sering kali saya menghadapi tantangan yang berat dan sulit, tapi saya dimampukan untuk ke luar dari krisis, bahkan hasilnya manis.
Misalnya, saya dimusuhi atasan dan nyaris dimutasi, karena tidak mau diajak kongkalikong. Tapi saya tidak ciut nyali dan berkecil hati, karena saya jujur. Saya lalu berdoa memohon pada Allah agar ditambahkan kesabaran dan tabah. Ternyata yang terjadi sebaliknya. Bukan saya yang dipindah, melainkan atasan. Bahkan saya dipromosikan oleh pimpinan pusat untuk menggantikan kedudukannya.
Saya juga nyaris tergoda wanita dari mitra bisnis perusahaan yang sering curhat tentang konflik rumah tangganya. Mungkinkah ia menjerat saya agar urusan proyek jadi mulus dan lancar? Saya lalu memohon rahmat Allah agar diterangi hati ini dan ditambahkan iman kesetiaan saya kepada istri dan keluarga.
Ketika sampai di rumah, hati saya terenyuh dan disadarkan, melihat sambutan istri yang telaten dan celoteh anak-anak kami yang riang.
Tiba-tiba saya teringat peristiwa lain. Dulu, ketika saya memberi uang amplop, selain gaji bulanan. Dengan hati-hati istri menanyakan dan mengingatkan uang yang di amplop lainnya.
“Maaf ya, Bapak, jangan salah paham. Saya takut, jika ada apa-apa, Bapak … dan terjadi hal yang buruk …”
Sorot mata istri yang jernih dan tulus mengasihi itu membuat hati saya seperti diguyur air es, karena terharu dengan kepedulian dan ketulusannya.
Saya amat bersyukur dan berterima kasih pada Allah, karena dianugerahi istri yang keibuan, sederhana, dan lembut.
Sungguh, teguh hati dan mengandalkan Allah adalah benteng jiwa agar kita aman dari terkaman si jahat!
Mas Redjo

