“Walau hati kita ragu, Yesus tetap memanggil dan mempercayakan kita untuk mewartakan kemenangan-Nya.”
Allah yang Maharahim, Engkau menunjukkan, bahwa bahkan para Rasul pernah susah percaya. Mereka mendengar kesaksian Maria Magdalena, juga mendengar kisah dua murid dari Emaus; tapi hati mereka tetap tertutup. Keraguan, ketakutan, dan bahkan merasa lebih benar itu menghalangi mereka melihat karya-Mu.
Bapa, betapa sering kami bersikap demikian. Saat karya-Mu melampaui pengertian, kami kembali pada logika sendiri. Kami menjadikan diri ini ukuran kebenaran, seolah-olah kami yang paling tahu segalanya.
Ampuni kami, ya, Bapa, atas hati kami yang keras dan kurang percaya. Tapi hati kami terpana, ternyata Yesus tidak meninggalkan para murid-Nya. Ia menegur, tapi tidak menolak mereka. Sebaliknya, Ia justru mengutus mereka:
“Pergilah ke seluruh dunia dan wartakan Injil.”
Sungguh rahmat yang luar biasa!
Bapa, terima kasih, karena Engkau juga melakukan hal yang sama bagi kami. Dalam keraguan kami, Engkau tetap memanggil. Dalam kelemahan kami, Engkau tetap mengutus. Dalam iman kami yang kecil, Engkau tetap berkarya dengan kuasa-Mu.
Terangilah pikiran kami, ya Tuhan, dan lembutkan hati ini agar kami tidak terjebak dalam ketidakpercayaan atau kesombongan rohani. Berilah kami keberanian untuk percaya sepenuhnya pada Yesus yang bangkit, yang kuasa-Nya jauh melampaui segala ketakutan,
dosa, dan kegelapan.
Seperti para Rasul, jadikanlah kami saksi-Mu; bukan karena kami sempurna, melainkan karena Engkau setia. Biarlah hidup kami mewartakan kasih-Mu melalui sukacita, kebaikan, dan tindakan nyata.
Demi Kristus Tuhan kami, Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

