“Your future depends on your ‘F-Word’ and the F-word is Fear or Faith.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Rasa takut itu dalam hidup akan selalu ada. Makin bertambah usia, kian besar pula rasa khawatir dan takut itu. Takut gagal, tidak bisa membahagiakan orangtua, takut salah, takut pada pimpinan … Takut itu manusiawi, setiap insani pasti mengalami.
Tapi rasa takut yang berlebihan itu membuat hidup tidak bertumbuh dan berkembang. Hidup dalam ketakutan membuat hidup tanpa kasih, sukacita, dan hidup dalam tekanan. Itulah kenapa Tuhan berkali-kali mengatakan “jangan takut.” Kita tidak boleh takut, supaya hidup ini berakar, bertumbuh, dan menghasilkan buah.
Ingat iman itu harus lebih besar dari rasa takut. Dalam hidup kadang kita tidak tahu semuanya, dan bisa mengatasi semuanya. Perbesarlah iman kita agar semua itu jadi baik. Bahkan saat gagal, terpuruk, melakukan kesalahan, dan saat mengalami kesedihan atau penderitaan berat, kita menapaki semua itu sebagai ujian dan pembelajaran yang mendewasakan iman kita.
‘Iman, Amin, Aman’. Tiga kata yang saling berkaitan. Iman itu membutuhkan jawaban: ya, itulah ‘amin’ (setuju dan percaya pada Tuhan). Dalam ‘iman’ dan jawaban ‘amin’ hidup akan ‘aman’: ada dalam syalom. Ya iman, amin, dan aman.
Sesungguhnya masa depan kita ditentukan oleh huruf ‘F’. ‘Fear or Faith’. Bila ‘fear’ itu lebih besar dari ‘faith’, maka masa depan suram. Bila ‘faith’ lebih besar dari ‘fear’, hidup akan amin dan aman. Kita memilih untuk hidup dan menentukan masa depan dengan keyakinan iman. Rasa takut itu selalu ada, tapi iman harus lebih besar dari rasa ketakutan itu.
Bagi kita, iman itu selamanya dan menjadi andalan hidup kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

