| Red-Joss.com | Yesus mengajar pada kita agar selalu bersiap sedia menghadapi waktu Tuhan. Sebab tidak seorang pun yang tidak tahu, kapan waktunya.
IA juga mengingatkan kita agar selalu waspada dengan segala yang terjadi dalam dunia ini, khususnya nabi-nabi palsu, tanda-tanda alam yang mewakili tanda kedatangan Tuhan, dan lain sebagainya.
Di tempat kita, saat ini, tidak ada perang. Tapi di tempat lain ada perang, misalnya Ukraina dan Rusia. Bahkan dampak perang itu hingga saat ini belum selesai.
Jika selama ini kita mendengar peperangan, kita tidak boleh khawatir hal itu.
Yesus berkata, “Apabila kita mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kita takut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” (Lukas 21: 9).
Tugas kita adalah tidak untuk bersusah-susah hidup mencari tanda-tanda itu.
Kita ditugaskan untuk hidup sesuai kehendak Tuhan agar di saat itulah kita sembari mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Karena kita tidak akan pernah tahu, kapan waktu Tuhan datang.
Jangan menyibukan diri untuk mencari dan meramalkan kedatangan Tuhan.
Apa yang Yesus ingin kita lakukan saat ini sebagai orang yang beriman?
Kita harus membangun hubungan yang intim dengan Yesus. Dengan kedekatan itu, Yesus ingin supaya kita tidak menginginkan apa-apa lagi kecuali ‘beristirahat’ dalam kasih-Nya.
Jika hal itu terjadi, kita menjadi yakin, bahwa apa pun yang terjadi dalam dunia sebenarnya, Allah tetap pegang kendali atau kontrol atas diri kita.
Selain itu, Yesus menyampaikan juga bahaya lain yang mengancam kehidupan umat Tuhan, seperti penyesat-penyesat, yang ada di dalam dan di luar gereja. Mereka memakai nama Tuhan untuk menyesatkan umat.
Bencana alam, peperangan, bahkan bahaya penderitaan fisik dan mental yang akan dialami oleh murid-murid-Nya. Tapi di tengah situasi itu kita tidak boleh cemas, gentar, dan tawar hati. Seban Allah akan memelihara kita. Bahkan rambut orang yang percaya Yesus tidak akan hilang sehelaipun dari kepalanya.
Dari pernyataan ini kita bisa pelajari, bahwa Tuhan menunjukkan perlindungan yang sempurna.
Semua penderitaan dan penganiayaan itu tidak dapat memisahkan kita dari Allah. Karena semuanya berada di bawah kendali dan kuasa-Nya.
Murid-murid harus terus melakukan tugas dan tanggung jawabnya, yakni bersaksi bagi Kristus.
Kesesakan itu justru menjadi kesempatan bagi para murid untuk bersaksi tentang Mesias.
Bersaksi adalah tugas kita saat ini agar tetap teguh dalam iman.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

