| Red-Joss.com | Hidup ini ibarat bermain sepak bola. Di atas lapangan hijau, semuanya sama-sama pemain tanpa perbedaan kelas. Tidak ada kemenangan tanpa kerja keras dan semangat pantang menyerah. ‘Fair play’ adalah hal paling penting dalam pertandingan. Percuma menang, kalau diraih dengan cara-cara kotor dan curang.
Seorang pemain bola kehidupan yang baik tidak akan melanggar hukum ‘Hakim Agung’, sebab resikonya adalah ‘kartu merah’ yang akan buruk bagi akhiratnya kelak. Bagi mereka yang melanggar kehendak-Nya, sementara, bisa nampak lebih bahagia daripada yang taat. Namun, di akhirat, kondisinya akan berbeda.
Aristoteles, seorang filsuf Yunani, mengatakan: “Pada hakikatnya, kejahatan itu merusak jiwa pelakunya. Jika seseorang berbuat jahat, hanya tampaknya saja ia menang, senang, dan berkuasa, namun sebenarnya jiwanya menderita. Dengan kata lain, orang yang berbuat jahat sebenarnya sudah menghancurkan jiwanya sendiri.
Pegangan hari ini: “Dagingku dan hatiku boleh habis, tapi Allah adalah gunung batu hatiku dan bagianku selama-lamanya.”
Mazmur 73:26
Tak henti berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

