Dalam hidup, ketika kita melakukan kebaikan atau menyatakan kebenaran, sering kita berhadapan dengan pihak lain yang tidak percaya, apalagi ketika iri hati, cemburu, dan kebencian ada dalam diri mereka, maka kita akan mengalami tantangan berat dalam hidup. Yesus pun pernah mengalami fitnah, penolakan, bahkan sampai ancaman pembunuhan, namun semuanya itu tidak menyurutkan semangat untuk mewarta dan berbuat baik sampai musuh-musuhnya mengakui kebenaran dan kebaikan yang dilakukan-Nya.
Fakta di atas tertulis dalam kisah Injil, bahwa banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar. Banyak orang di situ percaya kepada-Nya” (Yoh. 10: 41-42).
Pelajaran penting untuk kita:
- 1) Tetap tegar mempertahankan nilai kebenaran dan kebaikan
- 2) Penuh kerendahan hati untuk mengakui kelemahan diri sendiri;
- 3) Membuka mata untuk melihat, hati terbuka untuk mengakui kebenaran, kebaikan dan kelebihan orang lain;
- 4) Ikut jadi corong pewarta kebenaran dan pelaku kebaikan
Ingatlah, bahwa iri hati dan benci itu tidak pernah melukai orang yang Anda tidak sukai. Sebaliknya justru iri hati dan benci hanya akan membelenggumu dalam penjara jiwamu yang kelam.
Monsignor Inno Ngutra, Pr

