Jadi murid Yesus itu banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi, karena itu kita harus tegar, tidak mudah mundur, dan setia. Sebab Roh Kudus yang menopang hidup kita.
“Lihatlah, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah khawatir, bagaimana dan apa yang harus dikatakan. Sebab pada saat itu juga akan diberikan kepadamu yang harus kamu katakan. Bukan kamu yang akan berkata-kata, melainkan Roh Bapamu yang berbicara melalui kamu” (Matius 10: 16. 19-20).
Sangat benar. Kebenaran yang tidak diragukan lagi. Karya Roh Kudus itu nyata. Membuat murid-murid Yesus jadi makin kuat dan bersemangat.
Jika ada murid-murid Yesus yang loyo dan tidak bersemangat?
“Ada apa ya…?”
Kita hanya bisa menduga-duga. Tapi yang pasti, kita harus meneguhkan, menguatkan, dan menyemangati mereka. Sebab, di setiap zaman, waktu dan tempat, tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh murid-murid Yesus itu berbeda-beda. Tidak berarti, lalu kita mundur dan menyerah.
Kita tidak boleh takut! Tetap ada jalannya. Murid-murid Yesus itu tidak boleh keder, tapi harus tegar. Kita mempunyai perpaduan sikap, yaitu tegas dan lemah-lembut. Kedua sikap ini akan membuat kita diperhitungan dalam kehidupan di tengah masyarakat.
Yakinlah, sejak semula, saat kita jadi murid Yesus, sudah ada nilai plusnya. Kita merasakan ada yang berbeda.
Kita harus bangga jadi murid Yesus, karena bukan kita yang memilih-Nya, melainkan Dia yang memilih kita (Yoh 15: 16).
Tetaplah semangat dan mantab iman untuk melaksanakan tugas perutusan-Nya hingga tuntas.
Tuhan memberkati.
Rm. Petrus Santoso SCJ

