“No challenges no succes, know challenges know succes.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | 10 Desember 1914, 10 pabrik milik Thomas Edison terbakar. Saat kejadian itu ia hanya duduk tenang menyaksikan api besar menghancurkan 10 pabrik yang ia bangun dengan kerja keras selama 24 tahun.
“Nak cepat panggil Ibumu dan teman-temannya untuk menyaksikan api yang luar biasa besar yang tidak pernah Ayah lihat sepanjang hidupku,” kata Thomas Edison kepada anaknya, Charlie
“Ayah, pabrik kita terbakar semuanya,” kata Charlie kaget.
“Ya, semua pabrik kita terbakar, tapi kejadian ini akan membuat kita membangunnya dengan lebih baik lagi,” katanya meyakinkan Charlie. Bahkan kepada wartawan New York Time, Edison berkata penuh percata diri, “Tomorrow I’ll start all over again afresh.”
Benar! Keesokan harinya Thomas Edison bersama Charlie mulai membangun kembali pabrik yang telah terbakar itu dengan lebih baik lagi.
Hancur, gagal, jatuh, dan bangkrut itu jelas merupakan pengalaman yang pahit, buruk dan berat. Mimpi pun sirna, harapan hancur, hidup terasa hampa, dan sia-sia.
Thomas Edison mengajari kita untuk bangkit lagi, ketika jatuh terpuruk. Untuk tidak menyerah, tapi selalu optimistis dan percaya diri.
“Great people; they don’t cry, they try to rebuild their dreams.”
Pemenang itu tidak akan menangis. Pemenang itu akan terus berusaha dan berjuang untuk mewujudkan mimpi itu menjadi nyata. Meski gagal, terpuruk, dan hancur ia terus mencoba …mencoba, dan mencoba lagi.
Pemenang itu tidak akan menyerah, tapi menghadapi setiap tantangan, hambatan dan komentar miring dengan jiwa besar.
Pemenang itu tidak lari dari kenyataan pahit, tapi ia tegar untuk menghadapi, dan bertumbuh dalam setiap kesulitan.
Pemenang itu berani untuk memulai usahanya dari nol atau awal lagi. Dengan iman dan harapan yang luar biasa untuk mewujudkan impiannya itu. Tak ada tantangan maka tidak ada kesuksesan. Tapi mengetahui adanya tantangan itu, maka kita tahu, bagaimana menjadi sukses.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

