“Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tapi … perutku menjadi pahit rasanya” (Why 10: 10).
…
Bacaan itu mengandung pesan penting tentang misi dan pemurnian. Kitab yang manis di mulut, namun pahit di perut itu menggambarkan kenyataan, bahwa pesan Tuhan, meskipun membawa harapan dan sukacita, seringkali disertai tantangan dan penderitaan.
Menyampaikan pesan Tuhan tidak selalu mudah (menyenangkan), namun itu adalah panggilan yang harus diterima dengan penuh keberanian. Misalnya, saat kita harus menyampaikan kebenaran di dalam komunitas, lingkungan kerja, atau lingkungan sosial di mana kita bergaul, di mana kita menemukan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan keyakinan kita. Mohonlah kekuatan dan kebijaksanaan. Temukan cara untuk tetap setia pada prinsip Kristiani, tanpa mengabaikan hubungan baik dengan orang lain.
Ketika menghadapi tantangan dalam menyampaikan pesan Tuhan atau menjaga kesucian, tetaplah teguh dan jangan menyerah pada tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan norma yang tidak sesuai dengan iman kita. Dengan demikian, kita tetap menjaga kemurnian Bait Allah. Motivasi kita dalam mengikuti Tuhan akan semakin murni.
Tetaplah setia membawa pesan kebenaran, harapan, dan sukacita di tengah lingkungan.
…
Fr. Bonaventura, CSE
Jumat 22 Nov 2024
Pw. St. Sesilia, Perawan dan Martir
Why 10: 8-11 Mzm 119: 14.24.72.103.111.131 Luk 19: 45-48
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

