“Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya”.
Semua tentu mengetahui, apa itu doa. Kita semua juga menyadari, bahwa kita membutuhkan yang namanya doa.
Bahkan selama ini, kita telah berusaha dengan semaksimal mungkin, untuk mengisi hari-hari ini dengan berdoa.
Jika suatu hari muncul kemalasan di hati untuk berdoa, kita minta diingatkan, supaya semangat untuk berdoa itu tumbuh kembali.
Sebab, tanpa doa hati kita jadi kering, hidup tidak semangat, dan hari demi hari berlalu dengan hambar dan monoton.
Kita menjadi tersadarkan dengan permintaan para murid kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya”.
Permintaan yang jujur!
Itulah sebabnya, Tuhan Yesus mengajari mereka berdoa. Doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus jadi salah satu doa pokok yang wajib dihafal oleh orang kristiani, yaitu Doa Bapa Kami.
Pesan Pentingnya Adalah:
Pertama: Jika belum bisa berdoa dengan baik, kita bertanya atau belajar dari mereka yang bisa berdoa atau ahli dalam berdoa.
Kedua: Jika kita sudah mulai berdoa, mulailah dari pengalaman yang kita miliki: ada permohonan, penyembahan, penyerahan diri dan ada syukur.
Ketiga: Jika kita mendapatkan kekuatan, sukacita dan kemenangan dalam doa, maka semangat doanya harus dijaga terus, supaya semakin dekat akrab, dan intim dengan Tuhan.
Mari kita saling mendoakan dalam sukacita dan dukacita, sebab kita telah menjadi satu saudara dan saudari dalam Perjamuan Tuhan dan telah menjadi murid-murid Tuhan Yesus yang sehati dan sejiwa.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

