| Red-Joss.com | Pengalaman ketika kecil, dahiku sering diberi berkat oleh Bapak. Berkat itu tidak pernah hilang dari kepalaku. Beliau telah meninggalkan cintanya di hatiku. Cinta seorang Bapak yang baik.
Almarhum Bapak selalu mempunyai kebiasaan memegang kepala dan memberikan tanda salib di dahi. Bagiku, ini adalah pengalaman yang luar biasa. Aku telah mendapatkan kasih yang cukup dari sosok Bapakku: Agustinus Tukijo (seorang Katekis, Guru dan pribadi yang dihormati di tengah masyarakat).
Begitu pula saat memimpin perayaan Ekaristi, aku pun memberikan berkat kepada anak-anak atau dengan memberikan tanda salib pada dahi mereka. Tujuannya, supaya mereka mempunyai pengalaman, karena diberkati.
Alangkah indahnya, jika sejak kecil, seorang anak itu mempunyai pengalaman yang istimewa. Hal itu akan membuatnya bertumbuh penuh percaya diri dan tidak minderan. Faktanya, banyak pribadi yang tidak percaya diri dan minder, karena di masa kecilnya tidak mempunyai pengalaman yang istimewa dan membanggakan.
Teladan Yesus
Lihat! Tuhan Yesus membiarkan anak-anak itu datang, untuk mendekat, dan mereka diberkati. Tangan yang kudus itu telah menyucikan mereka. Tangan yang kudus itu telah menguatkan mereka dan menyalurkan cintanya dalam hidup mereka. Sungguh suatu pengalaman yang istimewa untuk anak-anak itu.
Bagaimana dengan Tangan kita?
Mulai dari tanganku. Tanganku sebagai gembala, juga telah kugunakan sebagaimana mestinya: untuk memberkati, meneguhkan, dan menyalurkan cinta. Memang kuakui, tanganku tak sekudus tangan Tuhan Yesus. Ini tangan ‘orang berdosa’. Hidupku masih ‘kotor’.
Bagaimana dengan tangan Anda sebagai orangtua? Apakah telah difungsikan juga untuk memberkati, meneguhkan, dan untuk menyalurkan cinta? Atau terjadi sebaliknya, apakah kedua tangan kita itu telah menakutkan anak, membuat trauma, meninggalkan luka dalam diri anak dan menumbuhkan rasa benci-dendam dalam diri anak, karena cubitan, tamparan, pukulan, tinju atau tindakan-tindakan kekerasan lainnya?
Hentikan Kekerasan!
Stop kekerasan menggunakan tangan-tangan itu! Mulai sekarang, gunakanlah tangan itu untuk memberkati, menguatkan, meneguhkan, dan menyalurkan cinta kepada anak-anak. Supaya mereka bisa menyimpan-mengenang pengalaman istimewa. Mereka mempunyai pengalaman cinta yang luar biasa, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Kelak, saat mereka sukses, kita bangga dan bahagia. Sebab anak itu sadar sebagai pribadi yang telah diberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

