Oleh : Rio, ScJ.
“Don’t be afraid, God always be with you.” – Rio.scj.
| Red-Joss.com | Hidup itu ibarat pensil. Bisa digunakan untuk menulis dan menggambar, bahkan menghasilkan karya besar bila tajam dan ada tangan yang menggerakan.
Dalam proses berkarya, menulis, dan menggambar kadang kita perlu berhenti sejenak, mempertajam, berpikir, dan merencanakan. Ibarat pensil yang perlu dipertajam dengan rautan. Begitu pula hidup kita. Rautan jelas tidak membuat pensil nyaman, sakit, dan menderita. Namun setelah proses selesai pensil memperoleh ketajamannya kembali dan siap digunakan untuk karya luar biasa.
Hidup kita pun demikian. Kadang cobaan dan ujian Tuhan izinkan. Kadang masalah datang tidak terelakan. Kadang penderitaan, rasa sakit, perih, dan air mata mendera. Semua itu jelas membuat hidup menjadi tidak nyaman. Tapi itu tanda kita sedang bertumbuh. Karena tak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, dan tak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan.
Aneka peristiwa itu yang mengasah hidup kita. Pengalaman hidup itu yang akan menempa kita. Kejadian, peristiwa dan kejutan hidup itu yang akan membuat hidup makin cerdas dan bijaksana. Kegagalan, cobaan, dan kesusahan hidup yang akan mempertajam skill kita. Semua proses ini perlu kita jalani dengan tekun dan setia. Karena itu jangan banyak protes, tapi berproseslah.
Setia pada proses, memang tak mudah. Tapi yakini ada tangan yang setia menuntun, memberkati, menunjukan, dan mengarahkan kita. Seperti sebatang pensil yang bisa menghasilkan maha karya luar biasa, karena ada tangan yang bekerja. Begitu juga dalam hidup kita.
Kita bisa berbuat dan menghasilkan hal yang amat berguna, karena ada tangan yang bekerja. Itulah tangan Tuhan. Ingat selalu, bahwa tangan Tuhan yang memungkinkan kita meraih impian. Tangan Tuhan yang mengubah dari yang mustahil menjadi nyata. Tangan Tuhan yang membuat mujizat itu terjadi. โI am nothing, God is everything.โ
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

