Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Berbahagialah tangkai-tangkai tanganmu yang mampu membagikan berkat hidup kepada sesama.”
(Amanat Kearifan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Keagungan sosok figur sang pejuang kasih dan kebaikan itu dapat disimbolkan dengan sepasang tangan tulus. Setangkai tangan yang mengekspresikan totalitas suatu pengabdian kepada sesama.
Tangan-tangan tulus adalah milik pribadi yang ikhlas hati dan mempersembahkan seluruh dirinya demi kebahagiaan sesama.
Hidup dan totalitas pelayanan mereka didasari demi kebaikan dan kesejahteraan sesama. Dengan hati, mereka mempersembahkan hidupnya untuk sesama yang membutuhkan uluran tangan kasih.
Mereka hidup, berada di mana, dan serta kapan saja. Mereka juga berasal dari latar belakang suku bangsa mana pun dan pada zaman apa pun.
Sejatinya suatu kebaikan itu tidak terikat pada zaman dan waktu tertentu, atau oleh suku bangsa atau etnis tertentu. Karena kebaikan itu bersifat universal dan kekal.
Sejarah dan peradaban umat manusia pun telah membuktikan, bahwa Tuhan telah sudi mengutus pribadi-pribadi agung itu, kapan dan di mana pun, tepat pada waktunya.
Di saat dan zaman meriapnya praktik hidup ketidakadilan, maka hadirlah sosok besar seperti Mahatma Gandi, misalnya.
Di zaman hak azasi manusia dicampakkan, dan kemiskinan maupun penderitaan merajalela, maka diutus-Nya, Mother Theresa ke bumi laknat ini.
Sesungguhnya, kita harus percaya, bahwa Tuhan bertindak lewat jalan dan cara-Nya demi menghadirkan kebaikan dan kebahagiaan di atas bumi ini.
Pada akhirnya kita sungguh sangat yakin, bahwa semuanya akan indah pada waktunya.
“โฆ dan Aku pun mengutus kamu untuk menjadi saksi-Ku hingga ke ujung dunia.”
…
Kediri, 19 November 2023

