Oleh : Rio, Scj.
“Life is not just about knowing, but also owning.”
| Red-Joss.com | Barangkali kita pernah melihat atau menjumpai orang yang serba bisa. Tidak hanya pintar, tapi juga menonjol dalam banyak hal. Baik di sekolah, bangku kuliah, tempat kerja, organisasi, maupun di masyarakat. Bukan karena mereka lebih cantik, ganteng, pintar, kaya, dan berpengalaman. Melainkan, karena mereka mempunyai kualitas.
Pertama: inisiatif, adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu tanpa diberitahu terlebih dahulu. Inisiatif itu dekat dengan solusi, karena orang yang mempunyai inisiatif akan banyak menemukan solusi dari setiap tantangan, masalah, persoalan dan kesulitan. Orang yang berinisiatif itu mampu menciptakan dan berani mengambil setiap peluang untuk menjadi pemenang. Orang yang berinisiatif itu memiliki nilai tambah tanpa menunggu perintah.
Jika bersalah ia mempunya inisiatif untuk mengakui, meminta maaf memperbaki diri, dan memaafkan. Kemampuan dan skill itu penting, tapi semuanya itu menjadi sia-sia, jika kita tidak mempunya inisiatif untuk memanfaatkan dan memaksimalkannya.
Kedua, kreatif. Kreatif itu tidak melulu soal seni, tapi kreatif itu adalah ketika kita bisa berpikir, memilih, dan memutuskan dengan cara yang berbeda, bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Orang kreatif memiliki pemikiran terbuka, sehingga mudah beradaptasi dalam banyak hal. Kreatif juga inovatif, membuat sesuatu bukan hanya baik saja, tapi berguna. Ia menemukan berbagai cara memecahkan masalah. Caranya mungkin sedikit berbeda. โSometimes it’s ok to take a little bit of risk,โ tapi hasilnya maksimal.
Kreatif bukan cuma cara berpikir, banyak idea, banyak omong dan memunculkan gagasan yang keren, tapi yang paling penting bisa dieksekusi dan direalisasikan.
Ketiga, suportif. Suportif itu sikap untuk bisa memberikan dukungan dan semangat apa pun keadaanya. Kita tentu senang berjumpa dengan orang yang mampu memberikan suport, daripada membicarakan hal-hal negatif yang justru membuat lemah. Terlebih saat keadaan sulit dan tak mudah, apakah kita masih bisa memberi suport, atau menyalahkanya.
Misal saat perusahaan lagi goyang, bisnis tumbang, apakah kita hengkang begitu saja atau sama-sama berjuang tuk menang. โIt’s not just about knowing, but also owning,โ bukan cuma sekadar mengerti, tapi juga rasa memiliki.
Keempat, responsif, adalah kemanpuan untuk menanggapi situasi keadaan dengan bijak. Ia tidak tipe pribadi yang reaktif, tanpa berpikir panjang. Tapi ia menpunyai kepedulian, hati, kasih, dan mampu mendengarkan.
Setiap komentar, nyinyiran, cemoohan, dan hal negatif itu tidak merupakan suatu yang merendahkan, tapi suatu peluang untuk menjadi lebih baik. Ia tidak menjadi baper, dan pusing dengan itu semua. Ia juga tidak mencari kasalahan dan menyalahkan, tapi mencari jalan ke luar sebagai pemenang.
Jadilah pribadi yang kreatif, inisiatif, suportif dan responsif.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj.

