Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hati manusia itu ibarat sebuah taman bunga.”
(Amanat Hidup Bermakna)
Hati manusia adalah sebuah pusat kesadaran tertinggi dari seorang manusia. Bukankah seluruh aktivitas manusiawi itu, justru bersumber dan berasal dari dalam kesadaran hatinya? Hati manusia itu telah jadi pusat dan sumber asal dari segala-galanya.
Hati ibarat Taman Bunga
Hati seorang manusia itu ibarat sebuah taman bunga yang ditumbuhi oleh aneka jenis dan tata warna bunga.
Ada jenis bunga anggrek, mawar, matahari, sedap malam, flamboyan, tulip, dahlia, dan bunga lain-lain dengan ciri khas serta keunikannya masing-masing.
Bunga mawar dengan keunikan dan beraneka warna, yang tidak pelak mampu mencuri hati manusia serta menjadikannya sebagai primadona, terutama, karena aroma keharuman yang ditebarkannya. Demikian pula sedap malam, yang keharumannya bagaikan aroma parfum dari kamar pengantin. Selain itu, juga ada anggrek yang tak kalah tenarnya, karena pesona keindahannya memesonakan hati manusia yang memandangnya. Semua jenis bunga itu telah memancarkan keindahan dan keunikannya masing-masing.
Kita pun adalah Sejenis Bunga
Jika karakter dan tabiat manusiawi kita dapat diibaratkan dengan sejenis bunga, maka Anda dan saya, akan digolongkan sebagai jenis bunga apa?
Apakah Anda sebagai sejenis bunga unggul dan unik, karena memiliki daya serta pesona keharumannya?
Anda unggul, karena memiliki daya tahan terhadap berbagai cuaca ekstrem?
Anda unggul, karena daya pesona yang mampu memikat hati kumbang untuk datang mencumbui? Ataukah Anda justru hanyalah sebagai sejenis bunga berduri tajam dan riap ilalang yang tak sanggup memikat hati kumbang?
Faktanya, bahwa memang demikian kondisi dan keberadaan dari aneka jenis bunga di taman kehidupan di dunia nyata ini. Riil pula, bahwa di sana tidak saja tumbuh bermekaran aneka jenis bunga indah yang sanggup menyemarakkan kehidupan, karena keharumannya, namun di sana juga tumbuh subur onak dan duri-duri yang suka menusuk serta mengganggu kenyamanan hidup di taman hati itu.
Kita juga Bertumbuh sebagai Sejenis Bunga
Apakah Anda bertumbuh bak setangkai bunga mawar merah segar? Sekuntum melati putih? Ataukah Anda seekor kumbang jahanam yang setiap saat datang dan merampok keharuman dari setangkai bunga? Ataukah juga Anda itu hanya benalu yang nyaman menempel dan melata di keteduhan seulur dahan?
Semoga kehadiran dan keberadaan Anda serta saya tidaklah sebagai seekor kumbang latah yang doyan mengisap sari-sari kehidupan ini. Jika memang demikian, maka Anda hanyalah sejenis benalu kehidupan.
Jika demikian, betapa nanar dan buasnya kehadiran Anda di taman kehidupan nyata yang bernama Indonesia raya ini.
Refleksi
- Marilah kita dengan cerdas bertanya, “Sesungguhnya, siapakah saya?”
- Apakah saya adalah setangkai mawar putih, segenggam anggrek hitam, ataukah hanya benalu sebagai pengisap darah dari kehidupan riil ini?
…
Kediri, 4 Desember 2025

