Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hati manusia dapat jadi sumber masalah. Dari hati dan pikiran manusia, lahirlah aneka keinginan serta hasrat liar tak terkendali, maka jagalah hati kita senantiasa.”
(Pada Sepotong Catatan)
…
Hasrat sang Manusia
Antara taman mawar dan kebun binatang
Di taman hatiku ini ternyata
ada merak sang congkak dan kambing sang keras kepala, ada juga babi si kotor rakus dan bahkan kura-kura si bantal iblis
Masih lagi ada harimau si pemarah, juga si licik ular sang penggoda, dan serigala si ganas licik
Jika demikian hatiku ini laksana area kebun binatang
(Fr. M. Christoforus, BHK)
Demikian kondisi isi hati dan kualitas hati manusia yang dapat disimbolkan lewat karakter dan perangai dari aneka binatang.
Lima Nasihat Emas
- Jadilah kuat, namun bukan kasar.
- Jadilah baik, namun bukan lemah.
- Jadilah berani, namun bukan pengganggu.
- Jadilah rendah hati, namun bukan pemalu.
- Jadilah bangga, namun bukan sombong.
(Dari berbagai Sumber).
Lewat tulisan simbolik ini, kita diingatkan agar hidup dengan sungguh sadar dan tahu diri.
Hati Kita laksana Kebun Binatang
Sesungguhnya hati kita itu laksana sebuah area taman atau kebun binatang, tempat aneka binatang dapat hidup berdampingan dengan menonjolkan kualitas nurani masing-masing.
Antara: si burung merak, kambing, babi, kura-kura, harimau, ular, juga serigala.
Manusia Ciptaan Unik
Siapakah sejatinya kita ini? Bukankah kita ini si manusia yang unik dan ciptaan yang sangat spesial?
Ya, benar. Kita memang unik dan bahkan sungguh unik serta tidak ada duanya di dunia ini.
Sebagai manusia yang adalah makhluk ciptaan berakal budi, diharapkan kita dapat hidup sadar dan tahu diri. Kita diharapkan juga bersikap dan bertindak mewakiliki manusia sebagai ciptaan yang mulia.
Maka, jadilah manusia yang berkepribadian kokoh kuat, namun bukan sebagai pribadi yang kasar.
Jadilah manusia yang baik, namun tidak terkesan sebagai pribadi yang lemah.
Jadilah manusia yang berani, namun bukan sebagai pribadi pengganggu hidup.
Jadilah pribadi yang endah hati, namun bukan sebagai pribadi pemalu.
Jadilah manusia yang memiliki sikap kebanggaan, namun hindari sikap sombong.
Maka, lewat cara-cara dan tabiat mulia, kita dapat menaikkan derajat hidup serta harkat kemanusiaan kita di depan mata sesama manusia.
Sejatinya, kita juga bukan seperti binatang-binatang yang hidup tak sadar dan ganas nanar. Kita adalah manusia, sebagai mahkota segala ciptaan.
Konklusi
Mari jadikan โtaman hati kitaโ laksana taman Eden baru!
…
Kediri,ย 21ย Oktoberย 2024

