| Red-Joss.com | Setiap pagi, saya menemani istri berangkat kerja sampai di depan pintu gerbang kantornya. Sebelum turun dia mengingatkan: “Jangan lupa mampir xxxxmart, beli minyak goreng.”
“Cari apa, Pak?” sapa petugas melihat saya ubek tak menemukan yang kucari. “Minyak goreng,” jawabku. Petugas itu mengambilkan ke gudang, karena di rak kosong. Saya jadi ingat tempo hari, ketika minyak goreng sulit, dan pembelian dibatasi. Tapi kenyataannya ada pelanggan yang ingin memborong.
Kecenderungan ingin memiliki lebih dari yang dibutuhkan dan menimbun untuk diri sendiri dengan mengambil hak orang lain, ada dalam hati setiap orang. Itu namanya tamak.
Ketamakan berasal dari kata tamak (bahasa Inggris: greed, avarice, cupidity, covetousness; bahasa Latin: ‘avaritia’), atau disebut juga keserakahan. Ketamakan pada umumnya diartikan sebagai keinginan yang sangat besar untuk memiliki kekayaan, barang atau benda bernilai abstrak (ketenangan batin) dengan maksud menyimpannya untuk dirinya sendiri, jauh melebihi kenyamanan dan kebutuhan dasar untuk hidup yang berlaku pada umumnya.
Pengertian ini diterapkan pada keinginan yang besar dan mencolok dalam upaya mengejar kekayaan, status sosial, kekuasaan atau kepuasan batin.
Ketamakan itu bencana. Ketamakan bisa muncul dalam wujud keinginan akan milik orang lain. Dalam Kitab Suci, kata ketamakan sama digunakan untuk keinginan akan milik orang lain. Yesus menyatakan, bahwa keinginan akan milik orang lain menajiskan seseorang (Mrk. 7:20-23), dan ia mengingatkan agar waspada terhadap hal itu.
Setelah menyampaikan peringatan itu, ia memberi perumpamaan tentang orang kaya yang serakah. Sewaktu orang kaya itu mati, kekayaannya tidak bisa lagi memberinya manfaat dan ia tak lagi bisa mengendalikannya; selain itu, ia dalam keadaan yang naas, karena tidak kaya di hadapan Allah. (Luk 12:15-21)
‘Apepe’ sudah di depan mata. Saatnya bagi kita untuk mengumpulkan berkah, bukan ditimbun, tapi dibagikan pada sesama.
The heart that loves is always healthy; the heart that serves is always happy and the heart that cares is always strong.
So, jadilah sehat dengan makin mengasihi; jadilah bahagia dengan makin melayani dan makin kuat karena makin peduli.
Tetap setia berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

