“The real kindness is when you are ready to give up something that you need yourself.”
Orang yang baik adalah dia yang tidak takut melepaskan sesuatu di saat dirinya sendiri masih membutuhkan.
(kutipan ini diambil dari film animasi pendek yang memenangkan Oscar)
…
| Red-Joss.com | Sebenarnya, kisah-kisah heroik seperti ini bertebaran di sekitar kita. Misalnya kisah tentang sopir angkot yang murah hati.
Sesungguhnya, kita tidak akan miskin, karena bermurah hati.
Biasalah, sopir-sopir angkot saling menyalip berebut penumpang. Seribu rupiah sangat berarti agar setoran terpenuhi.
Di jalur jalan yang dilewati angkot angkot itu tampak seorang ibu dan 3 anaknya berdiri di tepi jalan. Anehnya, setiap angkot yang berhenti dan bicara dengan si ibu, langsung melaju kembali. Hal ini terus terulang berkali-kali.
Sampai suatu ketika, sebuah angkot kembali berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?”
“Ya, Bu,” jawab sopir itu dengan santun.
Si Ibu itu tidak segera naik, lalu ia kembali tanya: “Tapi saya ber-3 dengan anak-anak tidak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, sopir itu menjawab: “Tidak apa-apa bu, naik saja.”
Si ibu tampak ragu, lantas sang sopir mengulangi perkataannya : “Ayo bu, naik saja, tidak apa-apa.”
Ketika angkot lain berlomba cari penumpang mengejar setoran, sopir yang satu ini merelakan 4 kursi penumpangnya digratiskan.
Sampai di terminal bis, 4 penumpang itu pun turun, dan mengucapkan terima kasih kepada sang sopir.
Namun di belakang ibu itu, ada seorang penumpang pria turun dan membayar Rp 50.000,-
Ketika Sopir akan memberi kembalian, pria itu berkata: “Untuk ongkosku dan 4 orang penumpang tadi.”
“Teruslah jadi orang baik ya, Dik” kata pria tersebut pada sopir angkot itu.
Seperti bunga mawar yang tak pernah mempromosikan indah dan harumnya, begitu juga orang baik. Perbuatan baiknya akan bercerita sendiri melebihi suaranya.
Setialah pada mimpimu, berbagi cahaya.
…
Jlitheng
…
Foto ilustrasi: Istimewa

