Perenungan hari ini berkisar tentang sikap ‘takabur’, musuh bebuyutan sikap ‘tawadhu’, cerminan utama orang beriman, apa pun agamanya.
Takabur adalah penyakit hati yang mengklaim diri lebih baik dari orang lain, dan dapat menutup pintu rahmat, karena membuat hati seseorang terkunci dan jauh dari rahmat -Nya.
Mudahnya demikian, seseorang menolak kebenaran yang disampaikan oleh orang lain, padahal ia tahu, bahwa kebenaran ada pada orang tersebut, dan kemudian menolaknya. Karena yang menyampaikan kebenaran itu lebih muda atau lebih rendah kedudukannya, jika dibandingkan dirinya, baik ilmu, ekonomi, sosial atau rohani. Maka dia bisa disebut takabur. Mata hatinya tertutup oleh penyakit yang disebut takabur. Makin lama kian jauh dari rahmat Allah, karena akan makin sulit bisa melihat hal yang baik diluar dirinya. Akhirnya bisa buta dan lumpuh total. Tidak lagi bisa melihat dan bertindak baik dan benar. Sedih!
Salam sehat.
Jlitheng

